headerphoto

Ikhwah Fillah Ahlan Wasahlan Fii Materi-Tarbiyah.Co.CC

Assalamu'alaikum ..

Amma Ba'du, .. Ikhwah Fillah rahimakumullah ..

 

Materi TarbiyahAllhamdulillah, melanjutkan keseriusan kami dalam binaul ummah yang sebelumnya kami tempatkan di pksonline.co.cc, kini kami menghandirkan kembali suatu website dimana antum/na kini dapat lebih ber interaktif kepada kami, antum/na kini dapat mendaftar sebagai member dan menikmati berbagai fasilitas seperti unlimited download, mengirimkan materi, informasi dan lain sebagainya yang hanya bisa di nikmati Oleh user terdaftar.

Dengan terus tidak mengabaikan PKSOnline.Co.Cc sebagai sebuah wadah informasi, kami mengkhususkan lebih kepada website materi-tarbiyah ini sebagai kelanjutan bahwa Memperbaiki Sistem haruslah di mulai dari memperbaiki diri, dan memperbaiki diri haruslah di mulai dari ilmu dan pemahaman.


Oleh karena itu web ini hadir, sebagai pelengkap dari Jihad kami dalam bidang siyasi (PKSOnline.CO.CC) menuju pula Perbaikan Ummat (Islahti Ummati). Demikian Sedikit sambutan kami, Akhi tetaplah semangat Harapan itu masih ada ..

 

Admin ==> PKSOnline.co.cc & Materi-Tarbiyah.co.cc

Ma'alim fith Thariq atau Petunjuk Jalan

Inilah buku Ma'alim fith Thariq atau Petunjuk Jalan yang menjadi karya terakhir dan fenomenal dari Sayyid Quthub setelah tafsir Fi Zhilalil Quran. Umat manusia sekarang ini berada di tepi jurang kehancuran. Keadaan ini bukanlah berasal dari ancaman maut yang sedang tergantung di atas ubun-ubunnya. Ancaman maut itu adalah satu gejala penyakit dan bukan penyakit itu sendiri. Sebenarnya puncak dari keadaan ini ialah: bangkrut dan menyimpangnya umat manusia di bidang “nilai” yang menjadi pelindung hidupnya. Hal ini terlalu menonjol di negara-negara blok Barat yang memang sudah tidak punya nilai apa pun yang dapat diberinya kepada umat manusia; bahkan, tidak punya sesuatu pun yang dapat memberi ketenangan hatinya sendiri, untuk merasa perlu hidup lebih lama lagi; setelah sistem “demokrasi” nampaknya berakhir dengan kegagalan dan kebangkrutan, sebab ternyata ia sudah mulai meniru - dengan secara berangsur-angsur - dari sistem negara-negara blok Timur, khususnya di bi...

Generasi Al-Quran yang Unik

Kita mesti membebaskan diri dari kungkungan masyarakat jahiliyah, dari kungkungan konsep jahiliyah, dari adat busuk jahiliyah dan juga dari pimpinan ala jahiliyah di dalam hidup diri kita sendiri. Dakwah Islamiyah telah melahirkan satu generasi manusia, generasi sahabat Rasulullah SAW, Ridhwanullahi alaihim. Yaitu suatu generasi yang paling istimewa di dalam sejarah Islam dan sejarah kemanusiaan lainnya. Generasi itu tidak pernah muncul dan timbul lagi sesudah itu, walaupun terdapat juga beberapa pribadi dan tokoh tertentu di sepanjang sejarah, tetapi tidaklah lahir lagi segolongan besar manusia, di satu tempat yang tertentu pula, seperti yang telah muncul dan lahir di dalam generasi pertama dakwah ini. Ini adalah satu fakta dan kenyataan yang tak terbantahkan yang di dalamnya mengandung nilai-nilai tertentu yang perlu kita perhatikan dan renungkan dengan sungguh-sungguh, agar dapat kita menyelami rahasianya. Al-Quran yang menjadi sumber dakwah ini masih berada bersama-sama kita. Hadis...

Tabiat Manhaj AL-QURAN (1)

Mereka mengerti bahwa uluhiyah (ketuhanan) itu berarti hakimiyah (penguasaan) yang tertinggi. Mereka mengerti juga bahwa mengesakan Allah melalui ikrar kalimah syahadat itu adalah berarti mencabut sama sekali kekuasaan yang dipegang oleh para pemuka agama, ketua-ketua suku, oleh raja dan penguasa; dan menyerahkan kekuasaan itu hanya kepada Allah. Ayat-ayat Al-Quran periode Mekah telah diturunkan kepada Rasulullah SAW dalam waktu tiga belas tahun, dengan mengemukakan satu persoalan saja. Ya, hanya satu persoalan yang tidak berubah-ubah; tetapi cara mengemukakan persoalan itu hampir tidak berulang-ulang. Gaya dan penyajian Al-Quran mengemukakan persoalan itu luar biasa sekali, sehingga tampak seolah-olah persoalan itu masih tetap baru, bagaikan sesuatu yang baru saja dicetuskan untuk pertama kali. Ayat-ayat Al-Quran periode Mekah itu menyelesaikan suatu persoalan besar, suatu persoalan utama dan penting, suatu persoalan dasar bagi agama yang baru muncul itu yaitu persoalan aqidah, yang d...

Pendahuluan Fikih Siyasi

Hasan Al-Banna menjelaskan da’wah dalam berbagai sisinya: politik, da’wah, gerakan, penyusunan strategi, dan ekonomi. Dari Buku: Fikih Politik Menurut Imam Hasan Al-Banna. Penulis: Dr. Muhammad Abdul Qadir Abu Faris. Segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan, meminta ampunan, dan berlindung kepada-Nya dari berbagai kejahatan diri dan berbagai kejelekan amal perbuatan. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah Ta’ala maka tiada seorangpun yang menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan maka tiada seorangpun yang memberinya petunjuk dan tidak akan mendapatkan penolong dan pembimbing selain Allah. Shalawat dan salam mudah-mudahan senantiasa dilimpahkan kepada Rasul-Nya, pembawa rahmat dan nikmat bagi kemanusian secara keseluruhan. Mudah-mudahan Allah Ta’la ridha kepada para sahabat Beliau yang wajahnya terang cemerlang, serta orang-orang yang mengikutinya dengan baik hingga hari Kiamat. Sesungguhnya melakukan studi terhadap pusaka yang ditinggalkan...

Fikih Siyasi dan Kapasitas Hasan Al-Banna dalam Politik

Politikus (Siyaasi): adalah orang yang memberikan perhatian kepada urusan-urusan ummat dan memahaminya dengan teliti, mengerti dan mencarikan solusinya berdasarkan ide dan pemikirannya yang benar. Pengertian Fikih Siyasi Fiqih: asal kata (mashdar) dari kata kerja lampau “Faquha” yang berarti “memahami”. Memahami perkara, berarti baik mengerti maksudnya. Fulanun laa yafqahu: Si fulan tidak mengerti dan tidak memahami. Fiqih: berarti faham dan pandai. Fiqih bukan berarti hanya mengerti, tetapi merupakan kefahaman mendalam yang mengharuskan menggunakan pikiran, menajamkan otak dan mencurahkan upaya maksimal dalam hal tersebut. Fiqih dalam syara’ (Islam) tidak terdapat pada semua orang, tetapi suatu kelompok dari manusia yang memiliki kemampuan intelektual yang istimewa, memiliki tingkat keimanan yang tinggi, dan kebaikan yang istimewa. Allah Ta’ala berfirman: {قَدْ فَصَّلْنَا اْلآيَاتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُوْنَ }...

Wahai Manusia Lihatlah Hatimu

Rosulullah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang artinya: “Sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal darah. jika segumpal darah tersebut baik maka akan baik pulalah seluruh tubuhnya, adapun jika segumpal darah tersebut rusak maka akan rusak pulalah seluruh tubuhnya, ketahuilah segumpal darah tersebut adalah hati.” (Yang lebih benar untuk penyebutan segumpal darah (القلب ) tersebut adalah jantung, akan tetapi di dalam bahasa Indonesia sudah terlanjur biasa untuk menerjemahkan القلب dengan “hati”). Maka hati bagaikan raja yang menggerakkan tubuh untuk melakukan perbuatan-perbuatannya, jika hati tersebut adalah hati yang baik maka seluruh tubuhnya akan tergerak untuk mengerjakan hal-hal yang baik, adapun jika hatinya adalah hati yang buruk maka tentunya juga akan membawa tubuh melakukan hal-hal yang buruk. Hati adalah perkara utama untuk memperbaiki manusia, Jika seseorang ingin memperbaiki dirinya maka hendaklah ia mem...

Islam, Iman dan Ihsan

Pembaca yang budiman, di kalangan tarekat sufi sangat terkenal adanya pembagian agama menjadi 3 tingkatan yaitu: Syari’at, Ma’rifat dan Hakikat. Orang/wali yang sudah mencapai tingkatan ma’rifat sudah tidak lagi terbebani aturan syari’at; sehingga dia tidak lagi wajib untuk sholat dan bebas melakukan apapun yang dia inginkan… demikianlah sebagian keanehan yang ada di seputar pembagian ini. Apakah pembagian semacam ini dikenal di dalam Islam? Islam Mencakup 3 Tingkatan Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari pernah didatangi malaikat Jibril dalam wujud seorang lelaki yang tidak dikenali jatidirinya oleh para sahabat yang ada pada saat itu, dia menanyakan kepada beliau tentang Islam, Iman dan Ihsan. Setelah beliau menjawab berbagai pertanyaan Jibril dan dia pun telah meninggalkan mereka, maka pada suatu kesempatan Rosululloh bertanya kepada sahabat Umar bin Khoththob, “Wahai Umar, tahukah kamu siapakah orang yang bertanya itu ?&rdquo...

Hijrah Kepada Allah dan Rasul

Di dalam Risalah Tabukiyah, Imam Ibnul Qoyyim membagi hijrah menjadi 2 macam. Pertama, hijrah dengan hati menuju Alloh dan Rosul-Nya. Hijrah ini hukumnya fardhu ‘ain bagi setiap orang di setiap waktu. Macam yang kedua yaitu hijrah dengan badan dari negeri kafir menuju negeri Islam. Diantara kedua macam hijrah ini hijrah dengan hati kepada Alloh dan Rosul-Nya adalah yang paling pokok. Hijrah Dengan Hati Kepada Alloh Alloh berfirman, “Maka segeralah (berlari) kembali mentaati Alloh.” (Adz Dzariyaat: 50) Inti hijrah kepada Alloh ialah dengan meninggalkan apa yang dibenci Alloh menuju apa yang dicintai-Nya. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang muslim ialah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya. Dan seorang muhajir (orang yang berhijrah) adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Alloh.” (HR. Bukhori dan Muslim) Hijrah ini meliputi ‘dari’ dan ‘menuju’: Dari keci...

Awas Hadist Palsu

Al-Qur’an dan as-Sunnah adalah dua sumber hukum Islam yang menjadi pegangan hidup umat Islam. Allah sendiri yang akan menjaga al-Qur’an dari pengubahan, penambahan atau pengurangan, walaupun hanya satu huruf atau satu harakat saja. Begitu pula dengan As Sunnah (al-Hadits) sebagai penjaga makna atau penjelas al-Qur’an juga akan terjaga. Maka tidak ada seorangpun di ujung dunia yang membuat-buat hadits dusta kecuali akan terkuak kepalsuannya. Bagaimana Hadits Bisa Terjaga? Hadits terjaga dengan adanya sanad hadits. Dengan sanad itulah para ulama ahli hadits bisa membedakan manakah hadits shahih, hadits dhaif (lemah) dan hadits maudhu’ (palsu). Sanad adalah susunan orang-orang yang meriwayatkan hadits. Para periwayat tersebut diperiksa satu persatu secara ketat tentang riwayat hidupnya, apakah ia seorang jujur ataukah pendusta, hafalannya kuat ataukah lemah dan pemeriksaan ketat lainnya. Jika seluruh rawi dalam sanad hadits lulus pemeriksaan maka hadits tersebut b...

Hadits, Atsar dan Kisah Dha’if dan Palsu Seputar Tawassul (1): Atsar-Atsar Lemah dan Palsu

Hadist Pertama “Bertawassullah kalian dengan kedudukanku, sesungguhnya kedudukanku di sisi Allah sangat besar.” Atau: “Apabila kalian meminta kepada Allah, maka mintalah kepada-Nya dengan kedudukanku, sesungguhnya kedudukanku di sisi Allah sangat besar.” Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Hadits ini dusta dan tidak terdapat dalam kitab-kitab kaum muslimin yang dijadikan pegangan oleh ahlul hadits, dan tidak satu pun ulama menyebutkan hadits tersebut, padahal kedudukan beliau di sisi Allah ta’ala lebih besar dari kemuliaan seluruh nabi dan rasul.” (Qo’idah Jalilah fit Tawassul wal Wasilah hal 168. Dan lihat Iqtidlo’ Shiratil Mustaqim (2/783)). Al’ Allamah Al Muhaddits Al Albani berkata, “Hadits ini batil, tidak terdapat dalam kitab-kitab hadits. Hadits ini hanya diriwayatkan oleh sebagian orang yang bodoh terhadap As Sunnah.” (At Tawassul Anwa’uhu wa Ahkamuhu hal 127). Hadits Kedua “Apabila kamu terb...

Pesan Singkat

Statistik Situs

Visitors :742 Org
Hits : 3350 hits
Month : 71 Users
Today : 1 Users
Online : 1 Users

Top Download

PK-Sejahtera

Support Media

Advertisement

Juice Noni Keajaiban buah Mengkudu dari tahiti ...

Partai Keadilan Sejahtera Online Memberikan apa yang Antum butuhkan dengan yang namanya informasi ...

Support Online

Abi Win
Status YM
Ummi Dedeh
Status YM
Budi
Status YM
Berikan Donasi Anda Untuk Palestina & Keberpihakan Kepada Produk Ummat Berikan Donasi Anda Untuk Palestina & Keberpihakan Kepada Produk Ummat
© 2009 Materi-Tarbiyah.co.cc & PKSonline.co.cc -- Adalah Media Informasi Kader Partai Keadilan Sejahtera
e-Mail : PKSOnline |   Webmaster Web Master |   Thanks to @ura©ms Dev
Sindikasi Informasi Versi RSS Mari Jadikan Informasi di Web Ini Sebagai Informasi di Web Anda Juga